Sebanyak tiga tersangka telah ditetapkan penyidik kepolisian dalam kasus dugaan perambahan hutan lindung Gunung Jambo Bate, Gampong Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.

Setelah menetapkan HR yang merupakan operator beco sebagai tersangka, penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Aceh Selatan kembali menetapkan TH (pemilik lahan) dan HI (pengawas lapangan) sebagai tersangka baru.

“Sampai saat ini sudah ada tiga tersangka. Tersangka baru TH dan HI dan Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) sudah kami terima,”kata Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Selatan Munif SH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum), Zainul Arifin, SH saat dihubungi, Senin 20 November 2017.

Menurut Zainul dari ketiga tersangka hanya berkas HR yang telah disusun penyidik kepolisian namun berkas belum rampung. Berkas atas tersangka HR telah dikembalikan jaksa ke penyidik kepolisian untuk dilengkapi.

“Berkasnya ada yang sudah selesai tapi belum lengkap (P21), ada petunjuk dari jaksa yang memegang perkara penyidik melengkapi jadi dikembalikan lagi untuk dipenuhi petunjuk-petunjuk dan itu belum dikembalikan penyidik. Kalau untuk tersangka TH dan HI masih SPDP,”kata Zainul.

Zainul mengatakan, SPDP atas tersangka TH dan HI diterima jaksa dari penyidik kepolisian dalam dua tahap masing masing pada 1 dan 9 November 2017 lalu. SPDP atas tersangka TH atau pemilik lahan dihutan lindung merupakan SPDP yang pertama diterima jaksa dari kepolisian.

“Pengiriman SPDP atas kedua tersangka ini beda beberapa hari. SPDP atas tersangka TH lebih dulu kami terima baru menyusul HI dikirim penyidik. Sampai saat ini belum ada perkembangan baru. Untuk lebih jelasnya bisa langsung ditanyakan ke penyidik yang menangani kasus ini,”kata Zainul.

Begitupun Polres Aceh Selatan terkesan enggan mengomentari kasus dugaan perambahan hutan lindung yang terungkap atas operasi gabungan yang dilakukan Polhut, TNI/Polri, dan LSM Lingkungan di Aceh Selatan pada 2/10/2017 lalu tersebut.

“Nah itu saya yang kurang tahu soal TH kerabat bupati atau tidak yang jelas SPDP atas tersangka TH sudah kami terima dari kepolisian,” ujar Zainul saat dikonfirmasi terkait hubungan TH dan Bupati Aceh Selatan.

Informasi dihimpun, TH merupakan kerabat dekat dari pejabat setempat atau bupati Aceh Selatan Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra.

Seperti diberitakan Aparat gabungan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), TNI dan Polri menangkap pelaku perambah hutan lindung dikawasan pegunungan Jambo Batee, Gampong Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, Senin 2 Oktober 2017 lalu. Selain kayu petugas turut mengamankan beberapa alat bukti yang digunakan untuk merambah hutan dari pelaku.(ajnn)