Singapura – Seorang pria asal Sibreh, Aceh Besar bernama Hurairah (20) berhasil meraih dua medali emas pada ajang South East Asia Hapkido Championship yang diadakan pads 2 hingga 3 Maret 2018 di Heartbeat Bedok, Singapura.

Pria kelahiran 1 April 1997 itu mengikuti dua kategori perlombaan, yaitu Nak Bop High Jump dan Nak Bop Long Jump, serta berhasil meraih satu buah medali emas dari tiap kategori lomba.

Hurairah juga menjadi Best Male Player (pemain pria terbaik) se-Asia Tenggara.

Acara se-Asean tersebut turut dihadiri oleh Don Oh Choi selaku Presiden Hapkido Dunia dari World Hapkido Martial Art Federation (WHMAF), Presiden Hapkido Indonesia, GBPH Prabakusumo, serta master hapkido lainnya dari Korea. Dalam agenda tersebut, para atlet Hapkido Korea dari WHMAF ikut memeriahkan suasana dengan menampilkan atraksi hapkido.

Pada South East Asia Hapkido Championship 2018, Hurairah mewakili kontingen dari Indonesia menduduki kejuaraan pada posisi pertama. Posisi  kedua dan tiga diraih oleh atlet asal Singapura, serta Brunei Darussalam pada posisi keempat.

Anak dari pasangan Muhammad Harun dan Nurhayati ini adalah satu-satunya atlet asal Aceh yang ikut serta dalam ajang kompetensi Hapkido saat itu. Ia hadir didampingi oleh Sayed Ali Rafsanjani selaku senior yang juga berasal dari Aceh Besar.

Siswa lulusan MAN 1 Aceh Besar kini membawa nama harum rakyat Aceh terutama keluarga besar Unit Kegiatan Mahasiswa Hapkido UIN Ar-Raniry.

Walaupun keterbatasan ekonomi yang membuatnya tidak melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan, namun keberhasilannya meraih juara pertama Se-ASEAN serta membawa pulang dua buah medali emas itu patut diacungkan jempol.

“Kita harus percaya pada diri sendiri. Jangan dengarkan perkataan orang lain. Kita harus yakin bahwa kita bisa,” kata Hurairah dalam siaran pers yang diterima, Minggu (4/3).

Ia juga berharap agar ke depannya Hapkido Aceh dapat lebih berkembang dan menjadi perhatian di daerah Aceh, khususnya Aceh Besar.