Banda Aceh – Produksi ikan laut di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo Banda Aceh mencapai 14.000 ton per tahun dengan jumlah kapal penangkap dan pengangkut 350 unit lebih.

“Dari data terakhir tahun 2017, kita baru mampu memproduksi ikan 13.976 ton lebih,” kata Kepala Unit Pelaksanan Teknis Daerah Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Aliman di Banda Aceh, Selasa.

Ia menyebut, produksi ikan laut belasan ribu ton tersebut telah ditangkap oleh para pelaku usaha dan nelayan di perairan wilayah Aceh, terutama Samudera Hindia.

Angka produksi ini meningkat sekitar 11,1 persen, bila dibanding dengan total jumlah produksi ikan laut di tahun 2016 yang tercatat sebanyak 12.579 ton.

Namun akibat terbatasnya jumlah armada dan peralatan tangkap, jika dibanding dengan provinsi paling barat di Indonesia ini dikelilingi kawasan perairan.

Data terakhir Syahbandar Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh, terdapat 359 unit kapal dengan jenis alat tangkap menggunakan 261 “purse seine” dan 98 pancing.

Pengelolaan sumber daya alam di Aceh hingga kini, belum optimal.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sebelumnya menjelaskan, potensi di sektor perikanan selama ini masih belum tergarap maksimal.

Padahal, kata Irwandi, terdapat tiga sisi di Aceh berbatasan langsung dengan laut sehingga menjadikan Aceh sebagai kawasan dengan sumber daya kelautan sangat besar.

“Hal ini wajar, mengingat Aceh memiliki luas kawasan laut mencapai 295 ribu kilometer persegi dengan panjang garis pantai mencapai 2.666 kilometer,” katanya.