ACEH BESAR – Sejumlah peserta tes calon anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Aceh Besar melaporkan adanya dugaan kecurangan dalam proses seleksi kepada Ombudsman RI perwakilan Aceh, Rabu (14/3).

Salah seorang peserta tes, Syahrullah menyampaikan, laporan tersebut berkaitan dengan adanya dugaan kecurangan dalam tahapan tes seleksi calon anggota Satpol PP dan WH Aceh Besar, dimana banyak nama yang sudah dinyatakan gugur pada tahapan awal, kemudian bisa mengikuti tes kembali saat tahapan akhir.

Selain itu, mereka juga mempersoalkan alasan pansel menambahkan tes kesehatan setelah mereka dinyatakan lulus. Dimana sebelumnya tes kesehatan tersebut tidak masuk dalam tahapan seleksi tersebut.

“Kami lapor karena ada dugaan kecurangan, seperti nomor yang tidak lulus tahap tes tulis, tetapi diakhir tes nomor itu masuk lagi dan lulus,” kata Syahrullah.

Syahrullah mengatakan, tes yang sudah dilaksanakan dari Desember 2017 itu awalnya hanya mensyaratkan empat tahapan seleksi yakni tes tulis, mengaji, wawancara dan pantohir. Dari keempat tahapan ini, pansel sudah mengumumkan peserta yang lulus sebanyak 350, bahkan mereka sudah mengikuti beberapa kali apel pagi.

Setelah itu, kata Syahrullah, pihak panitia kembali membuat tahapan tambahan yaitu tes kesehatan, lalu dalam tes ini terjadi penambahan peserta lagi sebanyak 33 orang, sehingga total peserta mencapai 383, dan diketahui diantaranya juga termasuk para peserta yang telah dinyatakan gugur pada tahapan tes tulis.

Selain itu, mereka juga mempersoalkan alasan pansel menambahkan tes kesehatan setelah mereka dinyatakan lulus. Dimana sebelumnya tes kesehatan tersebut tidak masuk dalam tahapan seleksi tersebut.

“Kami lapor karena ada dugaan kecurangan, seperti nomor yang tidak lulus tahap tes tulis, tetapi diakhir tes nomor itu masuk lagi dan lulus,” kata Syahrullah.

Syahrullah mengatakan, tes yang sudah dilaksanakan dari Desember 2017 itu awalnya hanya mensyaratkan empat tahapan seleksi yakni tes tulis, mengaji, wawancara dan pantohir. Dari keempat tahapan ini, pansel sudah mengumumkan peserta yang lulus sebanyak 350, bahkan mereka sudah mengikuti beberapa kali apel pagi.

Setelah itu, kata Syahrullah, pihak panitia kembali membuat tahapan tambahan yaitu tes kesehatan, lalu dalam tes ini terjadi penambahan peserta lagi sebanyak 33 orang, sehingga total peserta mencapai 383, dan diketahui diantaranya juga termasuk para peserta yang telah dinyatakan gugur pada tahapan tes tulis.