IDI – Proyek pembangunan jembatan Kuala Parek, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, terbengkalai dan diduga tidak diselesaikan oleh pihak rekanan.

Dilansir dari PIKIRANMERDEKA.CO, pembangunan jembatan senilai Rp 4 Miliar tersebut, menggunakan dana Otsus tahun anggaran 2017. Proyek ini diketahui dikerjakan oleh PT. Sepakat Jaya Nusantara.

Di lokasi pembangunan, jembatan tersebut hanya terlihat pemasangan tiang pancang sejumlah 18 batang serta batu bronjong.

Pengawas Teknis Lapangan, Khairul Umam, saat dikonfirmasi mengatakan, pengerjaan proyek pembangunan jembatan tersebut baru 85 persen selesai dikerjakan oleh rekanan.

“Pekerjaan pembangunan jembatan Kuala Parek itu hanya selesai 85%. Dana yang dicairkan hanya Rp 2.322.000.000,” ujar Khairul.

Menurutnya, proyek tersebut tidak rampung dikerjakan oleh pihak rekanan karena saat dikerjakan tidak sesuai perencanaan.

Saat perencanaan awal, kata dia, panjang jembatan itu 30 meter, namun saat dikerjakan panjangnya bertambah menjadi 60 meter. “Ya dananya tidak cukup,” tambah Khairul Umam.

Lebih lanjut dikatakan, PT. Sepakat Jaya Nusantara selaku pelaksana sudah didenda atas keterlambatan dan tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak