BANDA ACEH – Proyek strategis nasional provinsi Aceh di bawah Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terancam gagal, pasalnya semua paket pekerjaaan yang tersebar di sejumlah kabupaten kota di Aceh itu terkendala pembebasan lahan.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh, proyek strategis nasional Aceh di bawah tanggung jawab Balai Wilayah Sungai Sumatera I itu berjumlah lima paket.Semua proyek tersebut hingga kini masih terkendala lahan.

Adapun proyek stategis nasional tersebut meliputi Bendungan Keuruto di Aceh Utara, proyek ini membutuhkan lahan 1.076,425 hektar, hingga saat ini lahan yang sudah dibebaskan hanya 309,4223 hektar sedangkan sebanyak 415,872 hektar belum dibebaskan. Bahkan pembebasan lahan yang dilakukan sejak tahun 2015 melalui APBA seluas 80,079 ha belum dapat dikuasai dikarenakan belum tuntasnya masalah pembayaran. Padahal masa pelaksanaan proyek tersebut sejak tahun 2015 hingga 2019 dengan nilai kontrak Rp 1,684 triliun.

Selanjutnya Bendungan Rokoh di Kabupaten Pidie, tepatnya di Desa Alue Kecamatan Titue. Masa pengerjaan proyek ini tahun 2018 hingga 2022, dengan kebutuhan lahan seluas 858,85 hektar. Sejak tahun 2015 hingga tahun ini lahan yang dibebaskan baru seluas 71,61 hektar atau 787,24 hektar lahan lagi belum mampu dibebaskan.

Kemudian Bendungan Tiro di Kabupaten Pidie, proyek ini malah belum ada pembebasan lahan sedikitpun dari total lahan yang dibutuhkan sebanyak 452,77 hektar, sementara waktu pelaksanaan proyek direncankan dimulai pada tahun 2018 hingga 2023.

Selain itu, pembangunan jaringan irigasi Lhok Guci di Aceh Barat juga bernasib sama. Proyek yang masa pelaksanaannya sejak 2017 hingga 2020 itu juga terkendala lahan, dari sekitar 373,90 hektar baru 173,92 hektar yang sudah dibebaskan, sementara 116,98 hektar masih dalam rencana pembebasan.

Terakhir pembangunan irigasi Jambo Aye Kanan Aceh Timur, proyek yang membutuhkan lahan seluas 145,00 hektar itu baru dibebaskan seluas 25,00 hektar. Dimana masa pelaksanaan proyek ini mulai 2016 hingga 2018.