ACEH UTARA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Aceh Utara dan Lhokseumawe menyerahkan bantuan berupa sirup kepada tunanetra yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Lhokseumawe.

Penyerahan bantuan simbolis dipimpin langsung oleh ketua PWI Cabang Aceh Utara dan Lhokseumawe Sayuti Achmad, didampingi sejumlah pengurus dan anggota PWI setempat. Bantuan tersebut diterima langsung oleh ketua PERTUNI Hasbullah, di panti pijat Tunanetra Sejari Asri, tepatnya Jalan Darussalam, gampong Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti,

Usai penyerahan bantuan Sayuti Achmad, kepada media ini, Kamis 7 Juni 2018, mengatakan bantuan sirup ini merupakan pemberian dari PT.Pupuk Iskandar Muda (PIM) kepada wartawan, tetapi kami belum layak menerima bantuan tersebut maka dari itu kami serahkan kapada pihak yang layak menerimanya.

“Hari ini perusahaan PT.PIM memberikan bantuan kepada anggota PWI Aceh Utara dan Lhokseumawe sebayak 5 lusin sirup. Bantuan itu tidak pantas kami terima maka kami menyumbangkan kepada yang berhak menerimanya. Karena tidak mungkin bantuan tersebut dikembalikan,” Ungkapnya.

Lanjutnya, anggota PWI Aceh Utara dan Lhokseumawe saat ini berjumlah 52 orang, seandainya sirup tersebut dibagikan kepada anggota maka setiap anggota akan mendapat 2 batol sirup, karena jumlahnya terbatas maka kami sepakat untuk menyumbangkannya, dalam meningkatkan kepedulian sosial untuk masyarakat kurang mampu.

Ketua Pertuni kota Lhokseumawe Hasbullah mengatakan, pihaknya mengucapkan ribuan terima kasih kapada seluruh wartawan yang telah mengantarkan bantuan.

“Terima kasih kepada wartawan yang sudah memberikan perhatian bagi kami, semoga Tuhan akan membalas kebaikannya”, Paparnya.

Hasbullah mengatakan, tunanetra yang tergabung dalam PERTUNI Kota Lhokseumawe sebanyak 42 orang, hingga saat ini tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah.

“Kami sehari – hari mencari nafakah menghidupi kebutuhan keluarga berprofesi sebagai tukang kusuk. Luput dari perhatian pemerintah, kami mohon kepada wartawan untuk sering mempublikasikan kami di media, agar donatur berkenang menyalurkan zakat kepada kami,” Ucapnya dengan nada sedih.

Sementara itu dirinya mengatakan, bantuan ini sangat membantu kami, apa lagi pada bulan Suci Ramadhan ini penghasilan para tunanetra yang berprofesi sebagai pemijat turun drastis, bahkan mencapai 40%.

Ia mengatakan, kami dari Persatuan Tunanetra Indonesia berharap ada perhatian dari para dermawan terutama sekali pemerintah, karena banyak hal yang ingin kami lakukan, tetapi terkendala oleh Vinancial, salah satunya melatih keterampilan bagi penyandang tunanetra.

Reporter: Mulyadi