SIGLI – Sebanyak 500 mahasiswa di Pidie mengikuti pembekalan melawan berita kibul atau hoax. Kegiatan itu dilaksanakan Tempo Institut Jakarta di Gedung Leguna, Universitas Jabal Ghafur, Kecamatan Indra Jaya, Pidie, Kamis (3/5/2018).

Acara itu dibuka Asisten II Setdakab Pidie, Drs H Maddan Marhaban MSi bersama Rektor Unigha, Drs Sulaiman Usman MPd.

“Dalam kegiatan Tempo Goes To Campus ini kami melakukan sosialisasi kiat melawan kabar kibul atau berita hoax yang disebarkan di berbagai media sosial,” kata Direktur Eksekutif Tempo Institute, Mardiyah Chamim, Kamis (3/5/2018).

Pembekalan bersamaan dengan pelatihan jurnalistik tersebut menghadirkan sejumlah narasumber. Seperti Reza Maulana, Frenavit Putra dari ICT Watch, dan Thalita Fredlina dari Yukepo.com.

Para peserta diajarkan untuk lebih selektif dalam memilih konten berita, selain menguasai dasar jurnalistik serta menerapkan 5W+1H, serta mengecek keabsahan dari sebuah informasi.

 

Semua peserta juga diajak untuk memerangi berita hoax. Kegiatan ini diadakan agar mahasiswa terlatih menulis berita kreatif berdasarkan fakta, serta cerdas bermedia sosial.

Menurut Mardiyah, revolusi digital memiliki wajah buruk. Tak sedikit informasi palsu maupun ujaran kebencian menyebar di berbagai platform media sosial.

Laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan, pada tahun 2017, ada sekitar 800.000 situs penyebar berita palsu dan ujaran kebencian.

Karena itu, melalui pelatihan tersebut mahasiswa juga dibekali ilmu mengenai penggunaan internet sehat dan positif oleh Siberkreasi Kominfo.