BANDA ACEH – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh melakukan pemeriksaan atau tes urine terhadap ratusan personil Satuan Polisi Pamong Praja dan Hilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Provinsi Aceh. Senin (30/4/2018).

Pemeriksaan tes urine ini diikuti 920 personil Satpol PP dan WH Aceh, kegiatan ini dimulai sejak pukul 09.15 WIB hingga selesai yang dipusatkan di halaman kantor BNNP Aceh, Banda Aceh, Kepala BNNP Aceh Faisal Abdul Naser kepada wartawan menyampaikan, tes tersebut diperkirakan akan berlangsung selama dua hari dari hari ini hingga Selasa besok yang dibagi dalam sembilan tim.

Menurut Faisal, pemeriksaan urine tersebut mengimplementasi dan menindaklanjuti surat edaran Menteri Pendayaguna Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Intansi Pemerintah.

“Ini merupakan tidak lanjut dari surat edaran yang dikeluarkan MenPAN-RB tentang pelaksanaan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dalam lingkungan intansi pemerintah khususnya pemerintah Aceh,” kata Faisal.

Faisal menambahkan, pelaksanaan tes ini diawali daru lingkup Satpol PP dan WH Aceh dan akan dilanjutkan di intansi pemerintah lainnya. Dalam tes ini kata dia nantinya seseorang akan diketahui pernah tidaknya memakai narkoba.

Sementara Kepala Satpol PP dan WH Aceh Dedy Yuswadi menyampaikan, bagi personil Satpol PP kontrak yang kedapatan positif memakai narkoba setelah dilakukan tes urine akan dipecat. Menurutnya, tes ini sudah kali ke empat dilakukan pihaknya dan sudah pernah memecat empat personil yang berindikasi memakai narkona.

“Tes ini juga sebagai bahan evaluasi bagi tenaga kontrak, jika ada personil nantinya kedapatan memakai narkoba akan kami berhentikan sesuai dengan surat perjanjian kerja,” tegas Dedy