Gedung Utama Puskesmas Lae Balno, Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil disegel oleh rekanan. Penyegelan dilakukan lantaran pemerintah belum membayarkan kewajibanya kepada rekanan.

Hal itu sebagaimana tertulis dalam segel kertas yang dipasang oleh pihak rekanan pada dinding bangunan puskesmas. “Bangunan ini belum dibayarkan Pemda kepada rekanan. Dilarang menggunakannya” demikian bunyi segel tersebut.

Informasi yang diperoleh, Senin (20/11) bangunan itu dikerjakan pada tahun 2016 dengan sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 2 miliar lebih. Rekanan tidak menyelesaikan kewajibanya sampai batas waktu masa pekerjaan dalam kontrak berakhir.

“Ini dibangun 2016, dengan dana DAK, katanya ini belum dibayar karena masa pekerjaanya habis tapi belum selesai,” kata Saiful warga setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil Edy Widodo mengatakan belum dibayarkanya hak rekanan bukan tanpa sebab, bahkan telah dua kali menyurati rekanan yang membangun gedung Puskesmas Danau Paris tersebut untuk segera mempersiapkan berkas penagihanya.

“Sampai dengan saat ini rekanan belum melengkapi, kami tetap akan membantu mencairkan pembayaran apabila rekanan sudah melengkapi kelengkapan administrasi dan kelengkapan di lapangan,” ujar Edy Widodo.

Edi Widodo menjelaskan meskipun bangunan itu disegel oleh rekanan, tapi pelayanan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pihaknya menggunakan ruang poned untuk operasional puskesmas.

“Pelayanan masih ada ruang poned dan perawatan yang bisa digunakan untuk operasional,” ujarnya.

Meski demikian, warga berharap bangunan puskesmas dengan dua lantai itu dapat segera difungsikan agar pelayanan dapat berjalan maksimal.

“Kami berharap bangunan bisa segera difungsikan. Karena sudah hampir setahun ini pelayanan pasien hanya dilakukan di ruangan kecil,” harap warga. (ajnn)