BIREUEN – Aparat Polres Bireuen, Selasa (27/3/ 2018) malam, mengamankan 2.700 liter atau 2,7 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dari dua lokasi terpisah, yaitu Desa Cot Gapu dan Buket Teukuh, Kecamatan Kota Juang yang melibatkan dua pelaku.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto, SH melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian, Kamis (5/4/2018) dalam konferensi pers dengan wartawan di Mapolres Bireuen, memaparkan, keberhasilan pihaknya mengungkap kasus penimbunan BBM bersubsidi jenis premium tersebut.

Disebutkannya, berawal dari keluhan masyarakat terkait dengan kelangkaan minyak bersubsidi di Kabupaten Bireuen selama ini, pihaknya melakukan penyelidikan yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bireuen.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, ditemukan gudang penimbunan minyak bersubsidi jenis premium. Lokasi pertama di Desa Cot Gapu. Di situ ditemukan 30 jerigen BBM bersubsidi jenis premium dan 6 jerigen kosong bekas diisi premium.

“Di lokasi pertama itu, juga kita temukan satu unit becak motor warna merah maron. Di atasnya kita temukan 16 jerigen kosong serta 4 jerigen berisi lebih kurang 120 liter minyak premium,” ungkap Riski.

Pada malam itu juga, kata dia, dirinya bersama tim melakukan pengembangan berkaitan dengan penimbunan minyak bersubsidi di Desa Buket Teukuh, Kecamatan Kota Juang.

“Di lokasi kedua, justru kita temukan lebih banyak dari TKP pertama. Kita temukan 31 jerigen dan 4 drum berisi premium serta 2 fiber berisi 420 liter minyak premium bersubsidi. Di lokasi itu juga kita amankan 1 drum kosong, 19 jerigen kosong, 1 alat pompa, 1 corong minyak dan 3 slang minyak,” terang Riski Adrian.

Mantan Kasat Reskrim Polres Aceh Jaya ini menambahkan, dari dua TKP turut diamankan 2 orang tersangka, yaitu, di Cot Gapu diamankan RZ (35), warga Pante Peusangan, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Dan di Buket Teukuh diamankan RA (24), warga Buket Teukuh, Kecamatan Kota Juang.

“RZ juga merupakan pegawai salah satu SPBU di Bireuen,” imbuhnya.

Untuk kasus ini, kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 53 huruf C dan D jo pasal 55 UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara, dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

Menurut Kasat Reskrim, hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka, minyak yang ditimbun itu untuk dijual kepada pedagang pengecer di kampung-kampung.

Sementara barang bukti berupa 2700 liter BBM bersubsidi jenis premium yang disita Polres Bireuen telah dititipkan di salah satu tempat penyimpanan minyak. Nanti pada tahap kedua saat kasus dilimpahkan ke kejaksaan, akan diambil kembali.

“Karena premium itu mudah terbakar dan sangat riskan, maka sementara kita titipkan di salah satu SPBU di Bireuen. Pada saat tahap dua pelimpahan kasus ke kejaksaan akan kita ambil kembali barang bukti tersebut,” kata Riski lagi.

Terkait dengan ditemukan dua lokasi penimbunan BBM bersubsidi yang melibatkan petugas SPBU Cot Gapu, Polres Bireuen telah melayangkan surat pemanggilan kepada penanggung jawab SPBU tersebut.

“Sudah kita panggil penanggung jawabnya untuk diminta keterangan. Senin nanti kita periksa dan rekaman CCTV di SPBU juga telah kita minta, namun rekamannya sudah dihapus. Ini patut diduga ada upaya penghilangan barang bukti untuk menghambat penyelidikan polisi,” pungkas Riski Adrian.