LHOKSEUMAWE – Sampah sering menjadi masalah bagi masyarakat yang cukup menyusahkan, hal ini yang menjadi landasan para pendidik SD Negeri 12 Banda Sakti Kota Lhokseumawe mengajarkan untuk peduli lingkungan sejak dini.

Kepala Sekolah SD Negeri 12 Banda Sakti, Lhokseumawe Hj. Rosni, SPd, kepada media ini, Sabtu 2 Juni 2018 mengatakan, menanamkan pemahaman tentang bagaimana menjaga lingkungan memang harus diberikan sejak dini, namun kalau hanya sekedar memberikan pemahaman tanpa memberikan teladan sama saja siswa tidak memahaminya.

Ia mengatakan, berawal dari kesadaran tersebut, maka pihaknya memberikan berbagai macam program tentang pengelolaan sampah untuk siswa, mulai dari bank sampah, pemilihan sampah organik dan mengumpulkan sampah yang bisa menjadi nilai jual.

“Untuk bank sampah sendiri setiap kelas kami mewajibkan untuk mengumpulkan sampah, yang disebut nabung sampah dan kami juga bekerjasama dengan BLHK Kota Lhokseumawe untuk mengambil sampah,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku memang menyediakan waktu khusus bersama murid-muridnya untuk memilah milih sampah yang bisa didaur ulang dan untuk menjaga kenyaman sekolah.

Ini menjadi komitmen SD Negeri 12 Banda Sakti Kota Lhokseumawe untuk menjadi sekolah ideal dalam mendampingi tumbuh kembang siswa menjadi keharusan, tidak hanya sebatas penjagaan terhadap SDM saja, namun juga mewujudkan sekolah ramah lingkungan juga sangat penting.

“Karena sekolah kami bervisi menjadi sekolah unggul berwawasan lingkungan, jadi perwujudan sekolah ramah lingkungan ini kami garap serius,” terangnya.

Lingkungan itu konsepnya adalah apa-apa saja yang ada di wilayah sekolah, sehingga menjaga lingkungan menjadi kewajiban bagi siswa baik menjaga pohon, menata sanitasi, drainase dan sebagainya.

“Dengan begitu semuanya bisa menjadi nilai ekonomis, namun pada esensinya bagaimana sekolah ini bisa mengelola sampah dan ada asas manfaaatnya,” pungkasnya.

Reporter: Mulyadi