Sejumlah peternak kerbau di kemukiman Beuracan, Kecamatan Meureudu, dan Gampong Rawasari, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, mulai resah, pasalnya sejumlah kerbau miliknya mendadak mati akibat terserang penyakit SE (Septicaemia Epizootica), atau yang sering disebut penyakit ngorok, dan dapat menular dan mematikan, Rabu (22/11/2017).

Abdul Mutalib,salah seorang pemilik ternak kerbau Gampong Rawasari mengatakan, sejumlah kerbau miliknya telah mati dan kini telah ditanam akibat terserang penyakit Septicaemia Epizootica.

“Malam kemarin kerbau saya satu ekor sudah mati dan sudah saya tanam akibat terserang penyakit itu”,ungkap Abdul Mutalib dengan rawut sedih,sembari mengatakan ,satu ekor telah dijual dengan harga sangat murah Rp.12 juta dari harga pasaran yang idealnya mencapai Rp.15 jutaan.

Sementara pemilik ternak lainnya Fahmi warga Desa Rawasari juga mengatakan hal yang sama hingga saat ini 5 ekor kerbau di Desa tersebut dilaporkan telah mati secara mendadak akibat terserang pengakit mematikan.

Sementara salah seorang petugas vaksin hewan ternak dan juga kepala Puskeswan Kecamatan Bandar Baru,drh.Mukhlis mengatakan, dua hari sebelumnya, sejumlah kerbau milik warga di kemukiman Beuracan, Meureudu, dilaporkan mengalami kematian secara mendadak akibat terserang penyakit Septicaemia Epizootica yang mematikan tersebut.

“Kalau hewan ternak yang telah terserang SE kita hanya bisa melakukan pengobatan,dengan cara dikarantina secara khusus agar tidak menular ke hewan lainnya, sementara jika belum terserang SE, maka kita bisa melakukan upaya pencegahannya dengan cara memberikan vaksin pada hewan ternak. Hewan ternak yang terjangkit penyakit SE masih bisa untuk dikonsumsi,” ungkap Mukhlis.

Sementara Kepala Dinas Kehutanan dan Peternakan Pidie Jaya,Burhanuddin, yang dihubungi melalui telpon menyebutkan, biasanya penyakit SE tersebut menyerang hewan ternak yang hidup di alam bebas yang tidak sehat,sehingga sangat mudah terserang penyakit mematikan itu karena penyebarannya sangat tajam dan cepat menular ke hewan ternak lainnya

Dirinya berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasinya. “Pihak kami akan segera menindaklanjuti kejadian ini dengan mengerahkan petugas kami ke lokasi yang terserang penyakit SE yang membahayakan tersebut,” ungkap Burhanuddin

Lanjutnya, penyakit SE merupakan penyakit yang sering menyerang binatang ternak ruminansia besar,khususnya sapi dan kerbau yang sifatnya akut atau fatal. Di Indonesia penyakit ini menjadi penyakit yang mangakibatkan kerugian ekonomi terbesar.