MEULABOH – Tim gabungan dari Kesbangpol Aceh Barat bersama Dinas Tenaga Kerja Aceh Wilayah Barat Selatan Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap warga negara asing yang bekerja di sebuah perusahaan tambang emas di Kecamatan Sungaimas, Aceh Barat. Pada sidak tersebut tim menemukan 9 pekerja asing, dua di antaranya menyalahi izin.

Informasi diperoleh, Selasa (1/5), sidak tim gabungan dilakukan pada 26 April 2018. Tim menuju ke Sungaimas dan mendapati 9 pekerja asing asal Cina. Tim juga menuju rumah yang dihuni oleh pekerja asing tersebut di Meulaboh. Berdasarkan pendataan, dari 9 orang warga negara Cina tersebut, dua di antaranya menyalani izin yakni hanya izin tinggal tetapi mereka melakukan aktivitas kerja di tambang emas.

Identitas ke-9 warga negara Cina tersebut adalah Liao Qingyan, Shi Kaicheng, Yan Jinshui, Mo Chiseng, Wen Qingfeng, Li Xinghong, Li Xie Yong, Wen Hong Ping, dan Mai Rong Qiang. Namun dua di antara mereka ternyata mengantongi izin sebagai pekerja di lokasi itu. Namun keduanya dilaporkan sudah meninggalkan Aceh Barat.

Kepala Kesbangpol Aceh Barat, Jhon Aswir yang ditanyai Serambi menjelaskan pihaknya melakukan sidak untuk memastikan keberadaan WNA tersebut.

Pejabat Disnaker Wilayah Barat Selatan Aceh, Putera yang ditanyai terpisah membenarkan timnya turun untuk mememastikan keberadaan WNA di sebuah lokasi tambang emas di Sungaimas. “Ada sembilan orang di lokasi itu. Tujuh orang terdaftar sebagai pekerja,” katanya.

Dikatakannya, dari pemeriksaan lanjutan ternyata dua orang diketahui tidak mengantongi izin kerja, tetapi hanya izin tinggal dan sudah ditegur.

Terhadap informasi terbaru bahwa dua orang dari 9 orang itu sudah meninggalkan Aceh Barat, menurut Putera akan terus dipantau.

Kepala Imigrasi Meulaboh, Iman Santoso menyatakan keberadaan warga asing itu tidak dilaporkan kepada pihak Imigrasi. “Dari pengecekan kita, ke-9 WNA itu memiliki izin tinggal (kitas). Dari segi keimigrasian mereka tidak ada permasalahan. Operasi itu tidak tahu kita dan tidak pernah dikoordinasikan dengan kita,” katanya.

Menurutnya, terhadap pengawasan WNA itu bukan wilayah Imigrasi dan pihaknya tidak memantau. Namun bila diketahui mereka melanggar izin tinggal tentu akan ditindaklanjuti oleh Imigrasi.