BANDA ACEH – Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat Suara Rakyat Aceh (DPP-SURA) Murdani Abdullah, meminta jajaran Polda Aceh menanggapi serius kasus orang yang pura-pura gila atau “orang gila” masuk ke dayah-dayah di Aceh selama ini. Kasus ini dinilai menimbulkan kepanikan di dalam kehidupan masyarakat di Aceh.

Dua kasus terakhir soal “orang gila” masuk dayah, seperti di Dayah Ulee Titi dan Dayah Abu Hasballah Keutapang, Nisam, Aceh Utara. Pelaku diduga memiliki motif tidak baik atau berniat jahat terhadap para ulama Aceh.

“Bagi kami, penyebaran informasi ini memiliki dua sisi. Pertama, jika infomasi yang menyebar benar, maka seharusnya pelaku ditindak tegas. Jangan sampai sejarah hitam di Aceh kembali terulang,” kata Murdani melalui siaran pers, Minggu, 3 Maret 2018.

“Demikian juga kalau informasi tersebut ternyata hoax. Polisi juga perlu menindak pelaku sehingga tak menciptakan kepanikan di Aceh. Polisi perlu juga mengirim pengamanan ke dayah-dayah sehingga santri bisa belajar dengan tenang,” kata Murdani lagi.

Imbas dari penyebaran informasi soal PKI yang berpura-pura gila dan masuk ke dayah untuk berbuat jahat kepada para ulama, kata Murdani, berdampak besar di seluruh dayah-dayah di Aceh. Para santri kini lebih was-was.

“Atas dasar ini, kami meminta polda menanggapi serius kasus ‘orang gila’ masuk dayah. Terutama soal pengamanan. Kalau Polda diam, kami yang akan mengirim laskar SURA ke seluruh dayah di Aceh untuk pengamanan,” kata Murdani.

“Jangan sampai, gara-gara isu ini, santri lebih progresif terhadap para pendatang atau orang tua yang ingin menjenguk anaknya sehingga timbul kesalahpahaman. Atau ada orang yang benar-benar gila masuk ke dayah dan kemudian menjadi korban. Polda harus aktif memberi penjelasan agar semua terkendali dengan baik,” ujarnya lagi.[