Terkait dengan pemberitaan senator Fahrul Razi yang mengatakan bahwa kehadirannya pada saat aksi di Lhokseumawe hari Selasa lalu merupakan permintaan dari ketua ketua BEM.

“Maka dalam hal ini saya Muslem Hamidi ketua BEM Unimal ingin mengklarifikasi bahwa Sampai dengan saat ini saya tidak pernah komunikasi dengan beliau, bahkan nomor HP beliau pun saya tidak punya,” ungkap Muslem dalam rilis yang dikirem ke WhatsApp Wartawan. Kamis (23/11/2017).

Jaadi saya harap bg Fahrul Razi bisa menceritakan lebih jelas siapa ketua BEM yang beliau maksud. Karena saya tidak pernah komunikasi dengan beliau termasuk terkait dengan persoalan ditahannya dua mahasiswa unimal saya tidak pernah komunikasi dengan beliau.

Dirinya berharap, kejelasan siapa ketua BEM Unimal yang beliau maksud karena saya yakin beliau juga tidak kenal dengan saya.

Jika bg Fahrul mengatakan pernah komunikasi dengan BEM Unsyiah setau saya itu memang benar, karena sedikit saya cerita pada malam Rabu setelah aksi mahasiswa hari Selasa di Lhokseumawe malam Rabu nya saya menerima pesan via WhatsApp dari Reza wakil ketua BEM Unsyiah, Reza menanyakan perihal penolakan beliau saat aksi kepada saya, lalu saya katakan bahwa itu memang benar terjadi di lapangan, meskipun pada prinsipnya kita berterima kasih kepada beliau yang ingin menjamin kedua teman kita saat itu, siapapun yang ingin membantu kita tetap berterima kasih.

Reza wakil ketua BEM Unsyiah juga mengatakan pada saya bahwa memang benar Reza ada meminta bg Fahrul Razi untuk datang ke Lhokseumawe membantu dua mahasiswa unimal yang di tahan.

Jadi kalau bg Fahrul Razi mengatakan atas permintaan ketua BEM beliau datang ke lhokseumawe, kita butuh kejelasan untuk ketua BEM Unimal beliau komunikasi dengan siapa karena saya tidak pernah komunikasi dengan beliau bahkan sampai saat ini.

Setelah Aksi saya baru tau bahwa bg Fahrul Razi datang ke pengadilan untuk menjamin dua teman kita, dan setelah itu kita juga berterima kasih kepada beliau. Malam itu saya sampaikan pada Reza wakil ketua BEM Unsyiah Tolong bilang sama bang Fahrul terima kasih telah ikut menjamin dua teman kami, saya suruh sampaikan sama Reza karena saya tidak punya nomor HP beliau.

Jadi kita harap ini tidak perlu di besar-besarkan lah, karena saat ini kita mau fokus dulu untuk pembebasan dua teman kita.