Banda Aceh – Seorang keluarga pasien Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh curhat di media sosial tentang ayahnya, M Natsir, yang disuruh pulang dari RS. Natsir menderita penyakit komplikasi dan saat ini dalam kondisi koma.

Dalam status yang diunggah akun Nina Noviana di Facebook, Nina menceritakan kondisi Natsir sedang tidak sadarkan diri dan dirawat di ruang isolasi. Menurutnya, dokter kemudian meminta pasien dipulangkan dan dirawat di rumah saja.

“Berhubung dokter hanya bertemu dengan ibu saya, beliau katakan akan bicara dengan anak-anak. Tapi saat ini saya belum bertemu dengan dokter. Yang masih jadi pertanyaan saya, apa ini berhubungan dengan administrasi BPJS yang dibolehkan buat pasien kelas 1 maksimal rawat inap hanya 3 minggu. Alasan dokter pulang dulu ke rumah, 2 minggu setelah itu balik lagi masuk melalui UGD,” tulis Novi dalam statusnya.

Selain melalui media sosial, informasi tentang Natsir ini juga menyebar cepat di pesan-pesan grup WhatApp. Dalam pesan berantai tersebut, disebutkan Natsir dirawat di Ruang Aqsa 1 Kamar A8 dengan nomor rekam medis 1-13-96-64.

Seorang anak pasien, Nandi, mengatakan pihak manajemen rumah sakit meminta ayahnya dipulangkan dulu dengan alasan untuk didata ulang. Keluarga merasa keberatan atas permintaan rumah sakit.

“Mereka waktu itu bicara sama ibu saya. Ayah kami disuruh pulang setelah dilakukan cuci darah,” kata Nandi saat ditemui wartawan, Kamis (22/2/2018).

“Kami tidak terima dan kami keberatan ayah diminta harus pulang meski dalam kondisi koma,” jelas Nandi.

Sementara itu, Direktur RSUZA Banda Aceh, dr Fachrul Jamal, mengatakan manajemen rumah sakit langsung melakukan pengecekan. Dokter yang menangani pasien dipanggil, termasuk case manager.

“Tadi malam saya sudah komunikasi dengan dokter dan case manager bahwa yang terjadi adalah proses penyampaian informasi tidak lengkap. Dokter tidak pernah bercerita bahwa pasien harus dibawa pulang paksa. Beliau tidak pernah menyampaikan itu. Tidak ada rumah sakit memulangkan paksa pasien,” kata Fachrul dalam konferensi.

“Biasanya terhadap pasien-pasien yang memang menurut pengalaman dan ilmiahnya bahwa pasien ini tidak ada batas waktu kesembuhan, misalnya stroke pada orang tua, kita tidak bisa memprediksikan kapan pasien ini bisa sehat kembali. Untuk kasus-kasus yang seperti ini, ada pasien yang disebut home care dibawa pulang ke rumah untuk dirawat di rumah,” ungkap Fachrul.

Dokter yang menangani pasien, dr Masra Lena, mengatakan Natsir sudah dirawat di RSUZA sejak tiga minggu lalu karena menderita penyakit gagal ginjal, stroke, dan harus menjalani cuci darah rutin. Kondisi pasien saat ini sangat stabil. Sejak beberapa hari lalu, pasien dirawat di ruang isolasi karena ada infeksi.

“Saya pribadi tidak pernah menyampaikan kata-kata pulang paksa kepada keluarga tersebut. Posisi pasien sekarang belum bisa dipulangkan,” kata dr Masra dalam konferensi pers di RSUZA.

Menurutnya, pasien masih harus menjalani perawatan dan dokter harus memberikan obat antibiotik selama tujuh hari. Setelah itu, dilakukan langkah-langkah evaluasi dan dilihat perkembangannya.

“Jadi kalau secara umum, kondisi pasien ini memang belum pantas untuk dipulangkan. Kondisi pasien tidak sadar,” jelas dr Masra.