BANDA ACEH – Pengurus Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Aceh melaporkan Fahri Hamzah ke pihak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Rabu (4/4).

Wakil ketua DPR RI itu, dilaporkan terkait dugaan pencemaran nama baik PKS atas pernyataannya yang disampaikan di beberapa media.

Pelaporan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPW PKS Aceh, Gufran Zainal Abidin didampingi kuasa hukumnya Kasibuan Daulay ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh.

“Hari ini kami resmi melaporkan Fahri ke pihak kepolisian yang dinilai telah mencemarkan nama baik PKS,” kata Gufran didampingi sekretaris DPW PKS Aceh Khairul Amal.

Menurut Gufran, pernyataan Fahri  yang  menyebutkan di PKS boleh melakukan kejahatan apapun yang penting nurut sama pimpinan, dinilai sangat merugikan partainya.

Selama ini, lanjut Gufran pihaknya tidak pernah mendapatkan arahan atau kebijakan dari pimpinan seperti yang disampaikan oleh Fahri.

“Arahan dari pimpinan ke kader dan pengurus agar tidak melakukan pelanggaran, baik itu kesalahan di internal partai maupun di luar kepartaian. Jadi, pernyataan Fahri itu dinilai tidak benar,” jelasnya.

Selain DPW PKS Aceh, kata Gufran ada beberapa pengurus yang melaporkan Fahri ke pihak kepolisian yakni PKS Nusa Tenggara Barat, PKS DKI Jakarta.

Pernyataan Fahri itu sendiri, lanjut Gufran disampaikan saat dirinya di pecat dari keanggotaan Partai. Pemecatan Fahri dikarenakan melanggar AD-ART partai.

“Pernyataan Fahri itu dilontarkannya sejak ia di pecat dari PKS,” ujarnya.

Atas pernyataannya itu, Fahri diminta untuk meminta maaf kepada PKS karena dinilai telah mencemarkan nama baik partai.

“Kita minta Fahri meminta maaf ke PKS dan upaya hukum tetap akan kita lakukan, kami percayakan kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.