SABANG – Ketua Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota Sabang Teuku Indra, menilai Wali Kota Sabang sudah bertindak arogan dalam melakukan pembongkaran di Sabang. Pembongkaran lapak pedagang dilakukan secara paksa oleh Pemko Sabang di sepanjang area perdagangan.

Menurutnya Wali Kota Sabang bisa lebih bijaksana dalam melakukan pembongkaran, mengingat tempat itu adalah usaha rakyat kecil. Bahkan setelah dibongkar paksa, tidak ada relokasi tempat apalagi ganti rugi, seharusnya walikota harus lebih bijak karena Sabang adalah daerah wisata.

“Kami sangat menyayangkan sikap arogan yang dilakukan oleh Wali Kota Sabang yang tidak memihak kepada rakyat kecil,” kata Teuku Indra, Kamis (3/4).

Seharusnya, kata Teuku Indra, wali kota bisa melakukan hal yang lebih persuasif dalam melakukan pembangunan di Sabang, dikarenakan roda ekonomi Sabang masih sangat lemah.

“Membangun Sabang siapa saja bisa, asal ada uang walau tidak mempunyai ilmu, tapi membangun masyarakat Sabang haruslah seorang pemimpin yang berilmu dan berakhlak baik,” ungkapnya.

Ia mengecam keras tindakan Wali Kota Sabang tersebut, dan meminta wali kota untuk memikirkan relokasi tempat dan ganti rugi bangunan yang telah ditempati puluhan tahun oleh masyarakat.

“Sangat mendukung Wali Kota Sabang untuk membangun Kota Sabang tapi jangan menindas rakyat kecil dan jangan arogan terhadap rakyatnya yang mencari makan di kaki lima,” tegasnya