LHOKSEUMAWE – Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya akhirnya mencopot Halimuddin dari jabatan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM), 22 Maret 2018, setelah ditetapkan sebagai tersangka perkara dugaan korupsi bantuan UKM tahun 2015. Walikota menunjuk Baktiar Sulaiman yang sebelumnya menjabat sekretaris dinas itu sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Kabarnya SK tersebut diserahkan oleh Sekdako Bukhari AKs di ruang kerjanya tadi pagi sekitar pukul 11.00 WIB. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Lhokseumawe, M. Nur saat dihubungi, membenarkan kabar itu.

“SK walikota untuk pengangkatan Baktiar Sulaiman sebagai Plt sudah diserahkan Sekdako Bukhari AKs tadi sekitar pukul 11.00 WIB di ruang Sekdako,” ujar M Nur.

Katanya, SK tersebut sudah diteken Walikota sejak dua hari lalu. Namun, SK belum sempat diserahkan. SK itu diserahkan oleh Sekdako disaksikan oleh Asisten II Rizal, Kepala Inspektorat Miswar dan sejumlah kepala bidang dan staf Disperindagkop dan UKM.

M Nur mengatakan penunjukan Plt sengaja dilakukan agar proses administrasi dan pelayanan masyarakat di dinas tersebut tidak terhambat. Hal ini sembari menunggu selesainya proses hukum oleh jaksa terhadap Halimuddin yang kini masih mendekam di Lapas.

Sebelumnya diberitakan, jaksa menahan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kota Lhokseumawe, Halimuddin, sebagai tersangka dugaan korupsi fasilitasi pengembangan UKM sumber dana APBK Perubahan tahun 2015.

Halimuddin dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Kamis, 15 Maret 2018, sekitar pukul 14.00 WIB. Pantauan portalsatu.com, Halimuddin memakai batik kuning didampingi kuasa hukumnya, Mulyadi, S.H., keluar dari Ruangan Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lhokseumawe dikawal Kasi Pidsus, Syaiful Amri, S.H., dan jaksa penyidik, Almuhajir, S.H., langsung dibawa dengan mobil ke Lapas.

Saat portalsatu.com meminta tanggapan terkait penahanan dirinya sebagai tersangka, Halimuddin mengatakan, “Han han, tanyong mantong bak kuasa hukum, bek bak lon (soal penahanan, tanya saja kepada kuasa hukum, jangan kepada saya).”

Tersangka  kemudian masuk ke dalam mobil kijang biru yang sudah disiapkan di halaman depan Kantor Kejari Lhokseumawe. Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Mukhlis, S.H., melalui Kasi Pidsus, Syaiful Amri, menegaskan, pihaknya langsung menahan tersangka sampai 20 hari ke depan untuk memudahkan proses pemeriksaan lanjutan.

Menurut Syaiful, hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh sudah turun dua hari lalu. Disebutkan, kerugian negara dalam perkara itu mencapai Rp253 juta dari total anggaran sebesar Rp745 juta.