SABANG – Sejumlah warga Kota Sabang mengeluhkan layanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat yang dinilai lambat melayani pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Meski telah menungu sebulan, warga mengaku hanya diberikan selembar kertas oleh Disdukcapil Sabang, sebagai pengganti Kartu Tanda Penduduk.

“Saya sudah beberapa kali mengecek ke Disdukcapil tapi KTP yang saya harapkan belum juga siap. Padahal sudah sebulan lebih.Selama ini hanya diberi selembar kertas pengganti KTP. Tapi kondisinyakan cepat rusak karena kertas,” kata salah seorang warga enggan namannya diwartakan kepada KBA, Senin 30 April 2018.

Kondisi tersebut dinilai sangat menyulitkan warga terutama yang bekerja di luar kota Sabang, terutama saat mengurus berbagai keperluan. Warga berharap Disdukcapil Sabang mengambil langkah-langkah agar permasalahan warga dapat segera diatasi.

Kepala Disdukcapil Kota Sabang, Aidil Fitri mengatakan lambatnya pembuatan disebabkan terputusnya jaringan informasi kependudukan oleh pemerintah pusat yang terjadi sejak 2 April 2018 lalu. Terkait kondisi tersebut, kata Aidil, dirinya telah menyurati Wali Kota Sabang, agar permasalahan segera teratasi.

“Kami juga tidak tahu penyebab putusnya jaringan ini dan itu sedang dikordinasikan dengan pemerintah pusat. Kami berharap masyarakat bersabar dan untuk sementara kami hanya bisa mengeluarkan surat keterangan yang berlaku enam bulan,” kata Aidil. “Permasalahan bukan pada komputer, tetapi jaringannya dari pusat.”

Selain pada pembuatan e-KTP, permasalahan kata Aidil juga terjadi pada proses pembuatan surat keterangan pindah-datang. Gangguan yang terjadi pada jaringan informasi kependudukan membuat pihaknya tidak dapat menginput data masyarakat yang pindah keluar maupun yang akan menetap di Sabang.

“Untuk pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan akte masih bisa dilakukan seperti biasa dan tidak ada kendala,” ujar Aidil.