Banda Aceh – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), mendampingi korban penganiayaan berisial AM, warga Jln Cut nyak Dien, Desa Lateumen Barat, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, dalam kasus penganiayan yang dilakukan oleh tiga orang yang mengaku oknum Polisi, ke Polda Aceh, Kamis (22/2).

Dihadapan Kuasa Hukumnya, Muhammad Zubir SH dan Muzakir SH,, korban AM, mengaku, insiden penganiayaan itu terjadi pada tanggal 19 Februari 2018, pukul 22.10 WIB, bertempat di Jalan BPKP Lampineung, tepatnya di sebelah Gedung BPK RI Perwakilan Aceh.

“pada saat itu, korban melintasi jalan Jalan BPKP Lampineung, lalu berhenti di lokasi tersebut untuk menelpon temannya yang berinisial FI, ketika sedang menelpon tiba-tiba datang satu unit mobil avanza berwarna hitam menyerempet saya kata Korban, selanjutnya turun 3 orang yang mengaku sebagai polisi, tanpa menunjukkan identitas langsung menarik korban untuk dimasukkan ke dalam mobil,” kata AM saat memberikan keterangan kepada Media.

AM menabhakan, dirinya tidak mau dan menolak, karena korban takut gerombolan itu adalah resedifis perampokan, kemudian korban dirangkul secara paksa dan dijatuhkan diatas badan jalan, selanjutnya korban di tendang bertubi-tubi oleh ke 3 orang tersebut, korban teriak minta tolong, warga datang, lalu pelaku pergi meninggalkan lokasi kejadian menggunakan mobil yang mereka tumpangi.

“Atas kejadian tersebut saya mengalami bengkak di wajah, pecah pembulu darah di bagian mata sebelah kanan, serta muntah-muntah dan kepala terasa pening juga trauma,” keluh AM.

Sementara itu Muhammad Zubir SH, selaku kuasa hukum korban saat diwawancarai Media terkait hal tersebut, mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan Tindak Pidana Penganiayaan (TPP), ke SPKT Polda Aceh kemarin, Rabu (21/2) dengan Nomor Laporan (LP). BL/34/II/YAN.2.5/2018/SPKT.

Selanjutnya, Hari ini juga telah kita laporkan secara Etik ke Propam Polda Aceh, dengan bukti lapor Nomor.Laporan, STPL/21/II/YAN.2.5./2018/Yanduan, Jadi dua Laporan yang kita buat ke Polda Aceh, dengan kasus yang sama,

Atas laporan tersebut, Zubir berharap kepada pihak penegak hukum, supaya pelaku dapat di diproses secara hukum yang berlaku di Negara ini, tidak padang siapa pelakunya, agar menjadi pelajaran untuk kita semua bahwa setiap pelaku kejahatan tidak ada yang kebal hukum, artinya setiap pelaku kriminal akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan kejahatan yang ia lakukan.

“Begitu juga dengan Laporan ke Propam, agar dapat di tindak sesuai etik yang berlaku di konsitisi tersebut. Kita mengharapkan agar semua dapat di Proses secara profesional, agar menjadi pembelajaran bagi kepolisian dalam bertugas, tidak terkesan asal-asalan, memukul dan menganiaya masyarakat seenaknya saja, papar Zubir.